Jauh sebelum laboratorium modern ada, para tabib tradisional sudah mengenali keluhan lutut yang kaku dan bengkak. Dalam pengobatan tradisional Tiongkok, kondisi ini dikenal sebagai sindrom Lembap-Panas (Damp-Heat).
Menurut pandangan tradisional ini, ketika peredaran darah melambat seiring bertambahnya usia, cairan dan "panas" terperangkap di sekitar sendi. Akibatnya, lutut terasa berat, bengkak, dan nyeri setiap kali ditekuk.
Karena itu, pendekatan tradisional tidak hanya berfokus pada meredakan rasa sakit, tetapi juga pada melancarkan peredaran darah dan mengurangi rasa bengkak.
Leluhur kita mengatasinya dengan ramuan rebusan herbal yang dipercaya melancarkan sirkulasi. Sayangnya, membuat ramuan ini butuh akar-akaran yang langka, direbus berjam-jam, dan hasilnya jamu pahit yang sulit diminum.